Pentingnya Kesadaran Masyarakat terhadap TV dan Radio Publik

Persaingan media di Indonesia termasuk media cetak dan elektronik kini semakin ketat. Orang sudah mulai beralih dari media cetak ke media elektronik. Televisi merupakan salah satu media yang paling banyak dinikmati oleh masyarakat luas saat ini. Televisi mudah sekali merubah pola pikir orang terhadap suatu hal yang dia lihat. Banyak siaran televisi swasta yang hanya memberikan hiburan pada setiap tayangannya. Jarang ada televisi swasta yang memberikan unsur edukasi pada setiap tayangan yang ditampilkan.

Penonton televisi nasional lebih sedikit dibandingkan dengan televisi swasta, bahkan cenderung orang malas untuk melihat televisi swasta contohnya TVRI karena meraka menganggap televisi ini membosankan pada setiap tayangannya. Untuk itulah didirikannya Rumah Perubahan LPP, disinilah masyatrakat yang peduli kepada media berkumpul. Mereka berusaha melakukan perubahan supaya masyarakat tidak meninggalkan cikal bakal dari dunia pertelevisian. Salah satu televisi swasta yang perlu dilakukan perubahan adalah TVRI dan media elektronik lain yang perlu dilakukan perubahan adalah radio RRI. Kedua media ini perlu dilakukan perubahan karena masyarakat sudah cenderung tidak mau menonton dan mendengarkan karena mereka anggap media ini sudah tidak menarik untuk dilihat dan didengarkan.

Untuk itulah LPP juga harus bebas dari tekanan dan intervensi politik dan bisnis, pemerintah maupun pihak-pihak lain. Hanya dengan independependensi inilah LPP mampu menghasilkan produk yang bisa berguna bagi seluruh masyarakat. Perubahan ini penting dilakukan demi kepentingan bersama dan juga agar masyarakat tetap peduli kepada media yang sudah tidak terlalu diminati oleh masyarakat. Semua ini agar hak masyarakat atas informasi dapat selalu dipenuhi oleh televisi dan radio milik publik Indonesia: TVRI dan RRI.

 

catatan redaksi: Vamacea Buana adalah mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Pembangunan Nasional Veteran (UPN ‘V’) Yogyakarta. Vamacea ikut bergabung sebagai relawan RP LPP  sejak 3 Februari 2014. Tulisan ini adalah hasil praktek dari Workshop Relawan Muda RP LPP yang diselenggarakan pada 8 Februari 2014. 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.